FAQ

Krisis COVID akan berdampak luas pada operasi mitra penerima hibah kami. Sebagai bagian dari intensi Organizational Effectiveness (OE) untuk lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan penerima hibah selama masa krisis ini, salah satu respons kami adalah meluncurkan Program Respons OE COVID Amerika Serikat, yang diikuti oleh beberapa penerima hibah yang berbasis di AS. Secara bersamaan, OE juga mencari cara untuk mendukung mitra kami di wilayah lain. Setelah bertemu dengan beberapa pakar peningkatan kapasitas di Indonesia, kami memutuskan untuk bermitra dengan Yayasan Penabulu, guna merancang dan melaksanakan program peningkatan kapasitas mudah-akses di Indonesia.

Hal Penting dari Program:
  • Ini adalah program pengembangan organisasi yang responsif, yang membuat organisasi dan para pemimpinnya dapat mengakses dukungan pengembangan kapasitas “skala kecil”
  • Wilayah: Indonesia
  • Durasi Program 9 bulan untuk 45 organisasi
  • Situs web dan portal pribadi untuk mengakses program dengan layanan program yang jelas
  • Buletin bulanan yang mencakup pemutakhiran daftar jumlah pengguna aktif situs web, peserta kegiatan, aplikasi pelatihan/konsultasi dan umpan balik dari mitra
  • Mitra penerima hibah diundang untuk bergabung, hanya perlu mendaftar untuk ikut kegiatan
Tujuan program ini adalah menjadi sumber daya yang bermanfaat – partisipasi penerima hibah sepenuhnya opsional. Kami sadar bahwa layanan ini sama sekali tidak sebanding dengan berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi ini terhadap mitra penerima hibah, tapi kami tetap berharap layanan ini dapat menawarkan dukungan yang berarti dan kemitraan di masa yang sulit ini.
Program ini menghubungkan mitra penerima hibah (yang memilih untuk berpartisipasi) untuk mengakses dengan mudah peningkatan kapasitas, para ahli, serta  sumber daya melalui situs web khusus yang dijalankan oleh Yayasan Penabulu.
Daftar topik awal ini didasarkan atas apa yang kami dengar dari lapangan, penerima hibah, dan staf program, yang paling relevan saat ini, mencakup:
  1. Penguatan kapasitas keuangan; Manajemen keuangan dalam krisis/Perencanaan skenario/ Asesmen anggaran dan dukungan.
  2. Keberlangsungan kerja-kerja; Adaptasi cara kerja sebagai hasil dari ‘normal baru’ misalnya bekerja dari rumah, kebijakan kesehatan dan keselamatan saat bekerja dengan mitra di lapangan, bekerja dengan mitra berbasis lapangan.
  3. Kampanye online dan pengorganisasian digital yang efektif; meningkatkan kemampuan untuk menjalankan kampanye online dan media sosial yang ditargetkan.
  4. Strategi pengembangan kapasitas digital; Karena kegiatan penjangkauan berbasis lapangan dibatasi, peningkatan kapasitas melalui YouTube atau layanan digital lainnya, produksi video pelatihan dan alat pembelajaran online lainnya (misalnya aplikasi pembelajaran mikro).
  5. Mengelola acara virtual; pertemuan tim / pelatihan / konferensi; Memfasilitasi dan mengelola acara online memiliki nuansa berbeda dari pertemuan tatap muka.
  6. Alat dan perlengkapan virtual / Dukungan untuk bekerja secara virtual; Penyediaan alat kerja virtual sederhana dan fasilitas dasar untuk mendukung bekerja dari rumah bagi staf yang punya beberapa tempat tinggal.
  7. Strategi penggalangan dana online; Membangun kapasitas dari berbagai strategi penggalangan dana melalui internet untuk memungkinkan para mitra memanfaatkan dana dari pemberian masyarakat umum dan untuk lebih mendekati donor online.
  8. Kelompok-kelompok belajar dan berbagi: Kampanye digital, Gender, Penggalangan Dana. Mitra menyatakan minat untuk berkumpul dalam kelompok belajar dan berbagi, sehingga dapat belajar dari keberhasilan dan tantangan satu sama lain sambil mengubah cara kerja.
Topik penting yang muncul di wilayah lain yang mungkin dibutuhkan di Indonesia
  1. Self-care dan resiliensi; Mendukung staf dan pemimpin organisasi mitra menyiasati hidup dalam lockdown/isolasi dan bekerja dari rumah.
  2. Coaching kepemimpinan dalam krisis; Menyediakan coach/pemandu bagi para pemimpin yang menghadapi keputusan sulit, menyediakan kawan diskusi/pemberi umpan balik.
Mitra penerima hibah memiliki opsi untuk menghadiri webinar dan pelatihan virtual dengan para pakar/spesialis dalam topik-topik yang tercantum di atas atau untuk meminta pelatihan 1: 1 dari pakar yang sama. Mitra penerima hibah juga memiliki opsi untuk meminta pelatihan 1: 1 dari seorang Coach pengembangan organisasi untuk mendapatkan panduan atau sekadar berbincang bagaimana melalui tantangan saat ini. Yayasan Penabulu dan para penyedia layanan akan memfasilitasi forum diskusi, di mana mitra dapat mengangkat topik penting yang mereka hadapi dan mendapatkan masukan dari pakar atau mitra lain yang menghadapi kendala serupa.

Tentu!

Situs web ini menggunakan kata sandi. Untuk membuat akun dan mendapatkan akses ke situs silahkan mendaftar, Klik Disini , Tim Penabulu akan memverifikasi pendaftaran dan menyetujui akun Anda.

Situs web:
https://lingkarmadani.org

Program ini diluncurkan pada 23 November 2020, dan memiliki jangka waktu pelaksanaan 9 bulan. Jangka waktu ini dapat disesuaikan berdasarkan minat dan kebutuhan mitra penerima hibah, dan apakah tersedia sumber daya tambahan.
Penerima hibah dan mitra program Indonesia.
Kami telah mengundang 45 organisasi, yang memenuhi kriteria berikut:
  • Anggaran kecil hingga menengah (sekitar $ 5 juta atau kurang)
  • Terlibat dengan komunitas yang kurang terlayani atau sangat rentan saat ini, dan
  • Akses terbatas ke sumber daya pengembangan kapasitas.
Kriteria ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesetaraan dan untuk memastikan bahwa sumber daya yang ada menjangkau organisasi yang lebih kecil yang berakar di komunitas yang mereka layani. Anda dapat melihat daftar penerima yang telah diundang di sini.

Mitra kami, Yayasan Penabulu, akan melacak partisipasi penerima dan kami akan menyebarkan/ membagikan buletin berkala kepada mitra program kami. Sehubungan dengan privasi penerima hibah kami, maka kami tidak akan memberikan informasi spesifik tentang layanan yang diakses oleh setiap penerima hibah. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi James (JMcCaul@packard.org)

Kami akan senang membahas hal ini dengan Anda. Silakan hubungi langsung James McCaul (JMcCaul@packard.org) dan Jamaica Maxwell jika Anda ingin melanjutkan percakapan ini.

Program ini dirancang untuk mitra prioritas di Indonesia yang telah dipilih oleh Program Officers. Namun, Webinar bersifat terbuka dan mitra lain dapat mengikutinya, sebagai pengantar. Saat ini, hanya 45 mitra prioritas yang dapat mengikuti layanan pelatihan yang lebih mendalam dan mengakses dukungan pembinaan dan konsultasi 1: 1

Program ini dimaksudkan untuk melengkapi hibah Targeted OE dan program kohort yang tersedia di Indonesia. Respons Covid 19 dikembangkan untuk memberikan kemudahan akses, tanpa beban tambahan dalam penulisan proposal dan laporan, namun responsif terhadap kebutuhan mitra di dalam negeri.

Topik yang ditawarkan didasarkan pada temuan survei kebutuhan yang dilakukan di awal tahun dan Penabulu akan terus mengikuti perkembangan kebutuhan mitra dan menyesuaikan layanan berdasarkan perubahan kebutuhan ini.

Kami bermaksud agar program ini memberikan dukungan peningkatan kapasitas mudah-akses yang memungkinkan mitra beradaptasi dengan dampak pandemi Covid 19, tetap melakukan tugas sehari-hari, namun juga dengan cepat mempelajari keterampilan baru dan mendapatkan dukungan untuk menerapkannya pada kerja-kerja mereka.

× Butuh bantuan ?